LANJUTAN
Selanjutnya 1974 tragedi MALARI (Malapetaka 15 Januari), pemboikotan penanaman modal asing Jepang memblokade jalan masuk PM Jepang Tanaka, hingga membunuh 11 orang dan ratusan orang terluka, jelas bukan sebuah prestisi kemegahan demokrasi, namun sayang pengkrangkengan demokrasi tak berhasil membendung idealism kaum muda untuk dapat menyuarakan kehendak rakyat ya! Kehendak rakyat sebagai tuhan demokrasi.
Selanjutnya 1974 tragedi MALARI (Malapetaka 15 Januari), pemboikotan penanaman modal asing Jepang memblokade jalan masuk PM Jepang Tanaka, hingga membunuh 11 orang dan ratusan orang terluka, jelas bukan sebuah prestisi kemegahan demokrasi, namun sayang pengkrangkengan demokrasi tak berhasil membendung idealism kaum muda untuk dapat menyuarakan kehendak rakyat ya! Kehendak rakyat sebagai tuhan demokrasi.
Tak
sampai disitu peristiwa yang besar terjadi 1998 dimana segala bentuk
kemunafikan rezim, arogansi rezim, keserakahan tirani harus segera diakhiri,
seluruh manusia muda berkumpul menyeruakan satu kata yang sama, yang
merepresentasikan kehendak wangsit idealisme yakni REFORMASI! REFORMASI yang
menjadi objek harga diri reformasi atau mati reformasi atau hancur. Segala
perjuangan tersebut diakhiri dengan mundurnya Jenderal yang terhormat soeharto
sang pemilik rezim yang meletakan topi komandonya kepada kebenaran, kepada
kehendak rakyat.
Dari
sekian banyak dinamika perjuangan pemuda yang meledak-ledak, sebenarnya cukup
1 pertanyaan pada benak ini. Dimana semangat
tersebut? Yang senantiasa menjaga semangat perjuangan, yang senantiasa
menaruhkan harga diri bangsa diatas segalanya? Dimana semangat tersebut hari
ini? Apakah sang semangat telah tertidur pulas? Lalu kapan semangat tersebut di
bangunkan? Mungkin ini adalah sebuah kebohongan dimana keinginan yang hanya
ingin mengajukan sebuah pertanyaan, menjadi banyak sekali pertanyaan? Ini
adalah dimana sesi penulis tidak memiliki semangat untuk menyelesaikan artikel
ini. Apakah ini efek dari semangat yang memang sedang tertidur pulas? Entahlah.
Keinginan
penulis hanya satu, tolong bangunkan semangat kamu muda untuk kembali
berindonesia, sebab yang muda yang harus berindonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar