Senin, 09 November 2015

YANG MUDA YANG BERINDONESIA


Dilatarbelakangi keinginan untuk dapat kembali membangkitkan semangat nasionalisme pemuda Indonesia yang telah lama hilang karena terhantam oleh bombardir budaya asing yang masuk pada tanah sang ibu pertiwi ini.
Jika kita kembali membuka lembaran sejarah bangsa ini, tak bisa dipungkiri bahwa peranan pemuda terhadap segala dinamika perjuangan yang terjadi sangatlah besar, diawali oleh keinginan besar seorang DR. Soetomo untuk dapat membuat sebuah himpunan yang mencoba memahfumkan kita dalam berbicara banyak tentang kemerdekaan Indonesia. Dimana ketika itu sang utomo merangkul para mahasiswa-mahasiwa kedokteran STOVIA Surabaya untuk dapat bersatu membentuk sebuah organisasi bernama budi oetomo pada tanggal 22 mei 1908.
Gerakan yang dilakukan budi oetomo ternyata mampu menyebarluaskan virus semangat untuk merdeka dalam setiap hati sanubari kaum muda di pelosok Indonesia, dengan terbentuknya Indiche Partij, Jong Java, Jong Celebes, Jong Tapanuli dan banyak lagi organisasi-organisasi yang dibentuk atas dasar keinginan untuk  merdeka dari penjajah.
Atas dasar dapat menyamakan arah perjuangan dan untuk menjaga semangat merdeka dalam sanubari bangsa, 28 Oktober 1928 seluruh organiasi tersebut berkumpul mengucap sumpah untuk dapat berbangsa, berbahasa dan bertanah air satu, ya! Indonesia. Ya kita mengenal sebagai Sumpah Pemuda, sumpah yang buka sembarang sumpah, sumpah yang selalu terngiang dalam sanubari kaum muda, dan sumpah yang menandakan bahwa bangsa ini tidak bisa di injak-injak, sumpah yang menandakan harga diri yang tinggi.
16 Agustus 1945 kaum muda memaksa Soekarno dan Hatta untuk tidak menerima hadiah kemerdekaan, untuk dapat merebut kemerdekaan, karena akumulasi perjuangan selama ini tak lantas dibayar oleh hadiah kemerdekaan, kita merebut, kita meraih, kita berperang untuk merdeka! Bukan berperang untuk hadiah, maka tak bisa dipungkiri bahwa bangsa merdeka karena pemuda, karena semangat. Karena idealism yang tak ternilai, bagai harga diri yang bertahtakan perjuangan yang tak bisa dibeli oleh apapun, yang tak bisa dibeli oleh pragmatisme semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar