Apa yang terjadi jika westernisasi
menimpa sebuah Negara? Khususnya Negara yang menjunjung tinggi nilai keagamaan?
Sebelum membahas lebih jauh tentang pengaruh westerniasi terhadap
keberlangsungan berbangsa dan bernegara, dan imbas yang akan dirasakan oleh
kaum muda di Negara tersebut? Mari kita coba bedah satu per satu.
Westernisasi dalam pengertiannya
adalah sebuah arus besar kebudayaan barat yang masuk dan menjadi budaya baru di
dalam tatanan kebudayaan sebuah Negara, mulai dari tokoh-tokoh barat yang oleh
sebagian besar kaum muda dijadikan role mode dalam berkehidupan, budaya
berpakaian, hingga budaya pergaulan.
Westerniasi secara alami akan
bermuara pada sebuah faham atau budaya hedonism, hedonism adalah sebuah faham
yang menaruh semua kepentingan duniawi diatas segalanya, apapun yang membuat
seseorang merasa lebih keren atau lebih gagah dengan membeli sebuah barang
tersebut mereka tak akan berfikir 2 kali untuk tidak membeli barang tersebut.
Sekarang pertanyaan yang akan
penulis lemparkan adalah apa yang akan terjadi pada negeri ini jika kedua faham
tersebut masuk dan mengusik kearifan local bangsa kita? Sebuah negeri yang menjunjung
tinggi nilai keberagaman agama yang diikat manis oleh bahasa persatuan yang
bulat dan kuat. Akan terjadi degradasi moral dan akhlak pada kaum muda bangsa
ini, model berpakaian yang semakin seksi semakin keren, free sex, free drugs, dan
semua hal negatif yang merupakan budaya negatif barat yang tidak terflitrasi
oleh keimanan dan kedewasaan berfikir yang berdampak pada moralitas yang merosot.
Agama? Mungkin menjadi urusan nanti, kelak para penganut paham tersebut
beranjak tua, budaya local bangsa? Sudah dilupakan mungkin dan terkesan katro
atau kampungan. Sejarah bangsa? Ah sudahlah itu masa lalu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar